Sejarah Adolf Hitler
Nama
adolf Hitler dalam catatan perjalanan sejarah dunia seolah sulit
dihapuskan. Nama sang ditaktor seakan telah menjadi hantu yang sangat
menakutkan bagi masyarakat dunia, terutama bagi orang-orang Yahudi. Di
masa pemerintahannya, Hitler tanpa belas kasihan “membasmi” lebih dari
enam juta orang Yahudi dalam kamar-kamar gas beracun. Banyak di antara
mereka dibantai dengan cara yang sangat menyedihkan. Selain dibenamkan
di kamar gas beracun, ribuan orang langsung ditembak mati.
Adolf Hitler
Pada
dasarnya tindakan Hitler itu didorong oleh keinginan gilanya hendak
menjadikan ras Arya sebagai penguasa dunia. Ia berambisi agar seluruh
ras di dunia bertekuk lutut di bawah pemerintahan ras Arya. Balas dendam
atas penghinaan yang telah dilakukan Negara-negara pemenang Perang
Dunia (PD) I terhadap Jerman melalui perjanjian Versailles, juga
menjadi salah satu motivasi terbesarnya. Keinginan Hitler itu tak ayal
menimbulkan kesengsaraan bukan saja bagi bangsa Yahudi dan Jerman
sendiri, tapi juga masyarakat di sejumlah belahan dunia ikut
merasakannya. Karena ambisi Hitler, muncul gejolak perang di seluruh
dunia, yaitu Perang Dunia (PD) II.
Sangat Membenci Sekolah
Hitler lahir pada 20 april 1889 di Braunau am Inn, wilayah yang masuk ke dalam bagian Negara Austria. Beberapa leluhur Hitler kemungkinan memiliki darah Ceko. Ibunya sendiri, Klara Polz,
adalah wanita yang memiliki darah keturunan Yahudi. Hitler tidak
mewarisi darah Jerman. Tapi fanatismenya terhadap negeri ras Arya
tersebut telah menjadikannya seorang ditaktor besar. Sebagai ditaktor,
Hitler berambisi menghabisi orang Yahudi. Padahal darah Yahudi mengalir
dalam tubuhnya, setidaknya dari sang ibu.
Ibu
Hitler adalah seorang pembantu rumah tangga. Sedangkan ayahnya seorang
pekerja di kantor pabean. Untuk ukuran desa tempat tinggalnya, keluarga Adolf Hitler termasuk
berkecukupan. Pustaka yang dimiliki keluarga Hitler, setidaknya
merupakan tanda bahwa keluarga mereka memang cukup berada. Gaji ayahnya
cukup untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga dan juga pendidikan.
Akan
tetapi, Hitler adalah anak yang sangat membenci sekolah. Satu-satunya
mata pelajaran yang memberikan nilai tinggi kepada Hitler adalah
menggambar. Dari menggambar itulah ia kemudian sering terbawa dalam
lamunan. Untuk menggambar, Hitler memang terbiasa berimajinasi terlebih
dahulu. Hari-harinya lebih banyak digunakan untuk menggambar dan
melamun. Hitler menghabiskan masa kecilnya di kota Linz, Austria. Pada usia 16 tahun kota itu ia tinggalkan, lalu pindah ke Wina.
Di kota besar ini Hitler mencoba mengadu nasib. Ia mendaftar ke Viena Academy of Arts,
untuk melanjutkan bakat seninya. Akan tetapi, karena sketsa awalnya
dianggap kurang berbobot, maka ia ditolak. Hitler kembali mencoba untuk
yang kedua kalinya, namun tetap saja ditolak. Mungkin memang nasibnya
yang tidak akan menjadi seorang seniman gambar.
Setelah
gagal masuk ke sekolah seni, selanjutnya Hitler menjalani masa-masa
hidup sulit di Wina. Waktu itu, ia hanya mengandalkan uang belanja dari
ibunya yang sudah janda. Dan itupun tidak berlangsung lama, sebab
setelah bertahun-tahun ibunya menderita kangker payudara, di tahun 1908
ibunya meninggal dunia. Sejak itu, kehidupan Hitler pun semakin susah,
termasuk soal makan sehari-hari.
Demi
bertahan hidup, Hitler berkerja serabutan sebagai penjual cat air warna
khusus. Ia juga membuat poster yang mengiklankan sabun dan bedak
anti-keringat. Ia tinggal di asrama orang miskin dengan ongkos hidup
yang rendah. Ia tidak dapat lagi merokok, tidak suka minum dan hanya
suka sayuran. Tampak di wajahnya kegetiran kehidupan di kala tinggal di
kota Wina.
Bibit Kebencian Terhadap Yahudi
Kehidupan
miskin Hitler sangat bertolak belakang dengan kehidupan di Wina. Di
Wina banyak orang kaya yang biasanya didominasi oleh orang Yahudi.
Mereka melihat orang-orang seperti Hitler bagaikan sampah. Hitler
melihat ketimpangan itu. Mungkin hali inilah yang menjadi titik awal
kebencian dan antipatinya terhadap Yahudi, yang dianggapnya sebagai
kelas penghisap.
Begitu
juga ketika dia masih berada di Austria. Kebencian Hitler terhadap
Yahudi sudah terbaca dengan jelas, yakni ketika dia membaca sejumlah
pamflet -pamfet tersebut yang isinya
" Keturunan Jerman adalah ras unggul yang tidak boleh dicemari lagi oleh ras lain, terutama Yahudi".
Langkah Awal NAZI
Hitler yang menganut seutuhnya ajaran rasial tersebut, pada tahun 1913 pindah ke Munchen, Jerman.
Di kota ini di saat Perang Dunia satu pecah, dia mendaftarkan diri
sebagai tentara di garis depan. Keberaniannya telah membawa dia
memperoleh beberapa bintang penghargaan. Seperti bintang salib besi dua
dan kelas satu ketika berpangkat Kopral.
Karena
keberaniaanya Hitler dianggap sebagai prajurit istimewa oleh
rekan-rekannya. Bahkan dia hampir tidak memperoleh luka sedikitpun
ketika perang, kecuali hanya bagian kaki saja. Ia juga menganggap
dirinya orang yang istimewa dan sengaja disisakan untuk menjalani suatu misi kehidupan.
Dalam perkembangan karirnya, Hitler ditugasi sebagai pengawas sebuah partai kecil, yaitu Partai Buruh yang diduga suka berlaku subversiv. Setelah beberapa kali mengikuti rapat pada partai tersebut, Hitler justru berbalik arah. Bukannya pengawasan tapi malah dukungan yang dia berikan. Hitler menganggap bahwa Partai Buruh Jerman sebagai partai yang jauh lebih nasionalis, tidak seperti yang dituduhkan orang-orang.
Korban NAZI
Hitler bergabung dengan Partai Buruh Jerman,
dan menempatkan posisinya sebagai juru bicara. Dalam posisi ini Hitler
menyebarkan propaganda kepada masyarakat, serta menyulap organisasi
buruh kecil ini menjadi partai dengan jumlah pengikut yang besar. Nama
Partai Buruh Jerman berubah menjadi Partai Buruh Jerman Nasional Sosialis ( NAZI )
"Natinalsozialistische Deutsche Arbeiters Partei"
Pada 1923, rakyat Jerman disatukan oleh peristiwa yang sangat menghinakan. Tentara Prancis menduduki wilayah Ruhr,
pusat industri Jerman. Prancis menuntut kekurangan Jerman dalam
membayar pampasan perang. Padahal Jerman telah berusaha membayarnya
pampasan perang setiap tahunnya, yaitu batubara dan kayu. Satu-satunya
yang belum dipenuhi adalah pembayaran 200 ribu tiang telepon.
Ada Apa Dengan Hitler
Kejahatan
dan kekejian yang dipraktikkan Hitler selama memimpin NAZI, telah
membuat para sejarawan, Psikolog, Ahli Psikohistori, Filsuf, dan Teolog,
ingin mengungkap lebih jauh tentang sejumlah ambisi yang melatari
kegilaan sang Diktaktor.
Alan Bullock
Ketika dia diwawancarai oleh The New Yorker, ia berkata :
"Makin giat saya mempelajari dirinya(Hitler) makin sulit saya untuk menjelaskan kepribadian yang sesungguhnya"
Claude Lanzman
Claude Lanzman meneliti foto-foto bayi Hitler, ia mengidentifikasi ciri-ciri fisikal kanak-kanak Hitler ketika berusia satu tahun.
(Hitler Kecil)
Bagi Claude,
Hitler kecil tidak menampakan tanda-tanda bahwa dia akan berbakat
menjadi seorang pembunuh. Claude berkomentar bahwa ini bisa terjadi
karena, Trauma Psikologis, Pola pengasuhan anak yang salah, deformasi
politik atau kelainan jiwa.
Namun,
masih banyak penyelidikan untuk mengungkapkan bagaimana sosok kilas
balik seorang Hitler. Meskipun sulit mencari sisi gelap dalam kehidupan
masa lalu Hitler, penelitian tidak pernah dihentikan. Menurut mereka ada
beberapa sebab mengapa Hitler sangat membenci Yahudi. Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah penyakit sifilis yang diderita oleh Hilter.
Ihwal ini berasal dari pengakuan seorang serdadu sipil NAZI, Eugene Wasner, seorang serdadu NAZI yang mengaku bahwa pernah menjadi teman sekelas Hilter di Leondig, Austria. Dia bercerita di barak pasukan bahwa Hitler ternyata impoten karena sifilis yang dideritanya. Ucapan itu membuatnya dihukum mati.
Menurut para teori Simon Wiesental, kondisi Adolf Hitler dianggap sebagai penyebab antisemitismenya. Dimana penyakit sifilis yang dideranya berasal dari seorang pelacur(maaf) Yahudi. Dari sini lah sentimen ras itu muncul.
Teori lainpun masih menjadi kemungkinan, kali ini menurut Rudolf Binion, Seorang sejarawan dari Braindes. Pada
tahun 1907 ketika Hitler berusia 18 tahun, ibunya meninggal karena
serangan kanker, yang merawat adalah dokter asal Yahudi. Hitler kecewa
dengan dokter itu yang dia anggap telah gagal menyelamatkan nyawa
ibunya. Atas kematian inilah antisemitismenya lahir.
Ihwal ini berasal dari pengakuan seorang serdadu sipil NAZI, Eugene Wasner, seorang serdadu NAZI yang mengaku bahwa pernah menjadi teman sekelas Hilter di Leondig, Austria. Dia bercerita di barak pasukan bahwa Hitler ternyata impoten karena sifilis yang dideritanya. Ucapan itu membuatnya dihukum mati.
Menurut para teori Simon Wiesental, kondisi Adolf Hitler dianggap sebagai penyebab antisemitismenya. Dimana penyakit sifilis yang dideranya berasal dari seorang pelacur(maaf) Yahudi. Dari sini lah sentimen ras itu muncul.
Simon Wiesental
Rudolf Binion
Menurut Fromm, Hitler menderita "necrophilia", yakni mencintai mayat dan lain-lain yang berbau kematian.
Bunuh Diri dan Penemuan Mayat Hitler
Hitler diklaim melakukan bunuh diri ketika terdesak oleh pasukan sekutu( AS, Ingrris, Rusia). dimana setelah dia mengalami kekalahan pada perang terakhirnya di Bulge. Tentu saja kekalahan itu memberikan dampak yang sangat merugikan, terlebih untuk jumlah pasukan tentaranya. Namun, alasan tindak-tanduk bunuh diri tidak saja dialasankan karena kekalahannya, tapi karena kekasih Hitler Eva Braun tampak berselingkuh dengan salah satu pimpinan pasuka SS Hermann Fegelein.
Malah
pernah dikabarkan pula bahwa Hitler akan mundur dari panggung politik
dan setelah itu berencana hilang. Masih samar-samar apakah yang dimaksud
Hilang itu adalah pergi kenegara lain atau bunuh diri. Publik menebak
bahwa Hitler akan pergi kenegara lain. Ini diasumsikan karena Hitler
telah menyiapkan sebuah pesawat dan pilotnya bernama Baur. Tujuannya
jelas bahwa Hitler tidak ingin dia Hidup atau bahkan matipun akan jatuh
ketangan musuh. Hal ini tergambar jelas ketika dia tahu rekan sesama fasisme-nya Mussolini tewas dalam keadaaan yang menggenaskan.
(Eva Braun dalam lukisan Hitler)
Rusia Menemukan Mayat Hitler
Kehidupan
sang diktaktor tidak pernah hilang diburu wakru. Hal ini dibuktikan
ketika tidak hanya dia hidup namun ketika telah menjadi mayatpun Hitler
masih diperbincangan. Ada yang mengatakan bahwa dia bunuh diri dengan
meminum racun ada pula yang mengatakan bahwa dia menenggak racun, dan
juga ada yang berkata dia menghilang entah kemana.
Namun, Stalin dan ahli sejarah
lainnya tidak setuju kalau ternyata Hitler telah melakukan aksi bunuh
diri. Menurut mereka Hitler dan pengikutnya lari kesuatu daerah yang
tersembunyi disuatu daerah. Rusia mengungkap sebuah dokumen rahasia yang
dimilikinya tentang kematian Hitler serta rekannya yang lain. Dalam
dokumen itu dijelaskan bahwa mengenai tempat tersimpannya kerangka tokoh
NAZI tersebut. yakni sebuah rumah di kota Magdeburg, Jerman timur, yang waktu itu sudah dihuni oleh seorang penduduk Soviet.
Dimusim Semi pada 1970, dua serdadu soviet datang kerumah itu dan menemukan lima peti disana. Peti itu berisikan kerangka Adolf Hitler, Eva Braun, Magda, Joseph Goebbels, Jend. Hans Krebs, dan juga anak Goebbels. Namun pada kenyataannya masih banyak teori teori pendukung dalam berbagai hal yang di analisis sebagai penyebab kematian Hitler.










Komentar
Posting Komentar